Selasa, 26 Maret 2013

Nina temenku keturunan tionghoa


Nina temenku keturunan tionghoa Postingan ini di Terbitkan oleh  Semoga postingan yang diterbitkan  bermanfaat bagi sahabat pecinta cerita dewasa

MAJALAH DEWASA ~ Sudah merupakan rutinitas jika dalam liburan panjang Aku menginap dirumah Om Bagas dan Tante Rita di Jakarta. Karena kebetulan juga, tempat kerjaku adalah di sebuah sekolah terkenal di Manado. Jadi, kalau pas liburan panjang, otomatis aku juga libur kerja. Tapi sudah sekitar 6 tahun Aku tak pernah lagi liburan ke Jakarta karena sibuk mengurusi kerjaan yang menumpuk. Baru pada tahun 2002 lalu Aku bisa merasakan nikmatnya liburan panjang. 
Rumah Om Bagas bisa digolongkan pada rumah mewah yang besar. Walaupun begitu, rumahnya sangat nyaman. Itulah sebabnya aku senang sekali bisa liburan ke sana. Aku tiba di rumah Om Bagas pada pukul 22.00. karena kelelahan aku langsung tidur pulas. Besok paginya, aku langsung disambut oleh hangatnya nasi goreng untuk sarapan pagi. Dan yang bikin aku kaget, heran bercampur kagum, ada sosok gadis yang dulunya masih kelas 4 SD, tapi kini sudah tumbuh menjadi remaja yang cantik jelita. Namanya Nina. Kulitnya yang putih, matanya yang jernih, serta tubuhnya yang indah dan seksi, mengusik mataku yang nakal. "Hallo Kak..! Sorry, tadi malam Nina kecapean jadi tidak menjemput kakak. Silahkan di makan nasi gorengnya, ini Nina buat khusus dan spesial buat kakak." Katanya sembari menebarkan senyumnya yang indah. Aku langsung terpana. "Ini benar Nina yang dulu, yang masih ingusan?" Kataku sambil ngeledek. "Ia, Nina siapa lagi! Tapi udah enggak ingusan lagi, khan?" katanya sambil mencibir. "Wah..! Udah lama enggak ketemu, enggak taunya udah gede. Tentu udah punya pacar, ya? sekarang kelas berapa?" tanyaku. "Pacar? Masih belum dikasih pacaran sama Papa. Katanya masih kecil. Tapi sekarang Nina udah naik kelas dua SMA, lho! Khan udah gede?" jawabnya sambil bernada protes terhadap papanya. MEmang Nina udah siap pacaran?" tanyaku. Nina menjawab dengan enteng sambil melahap nasi goreng. "Belum mau sih..! Eh ngomong-ngomong nasinya dimakan,dong. Sayang, kan! Udah dibuat tapi hanya dipelototin." Aku langsung mengambil piring dan ber-sarapan pagi dengan gadis cantik itu. Selama sarapan,mataku tak pernah lepas memandangi gadis cantik yany duduk didepanku ini. "Mama dan Papa kemana? koq enggak sarapan bareng?" tanyaku sambil celingak-celinguk ke kiri dan ke nanan. Nina langsung menjawab, "Oh iya, hampir lupa. Tadi Mama nitip surat ini buat kakak. Katanya ada urusan mendadak". Nina langsung menyerahkan selembar kertas yang ditulis dengan tangan. Aku langsung membaca surat itu. Isi surat itu mengatakan bahwa Om Bagas dan Tante Rita ada urusan Kantor di Surabaya selama seminggu. Jadi mereka menitipkan Nina kepadaku. Dengan kata lain Aku kebagian jaga rumah dan menjaga Nina selama seminggu. "Emangnya kamu udah biasa ditinggal kayak gini, Nin?" tanyaku setelah membaca surat itu. "Wah, Kak! seminggu itu cepat. Pernah Nina ditinggal sebulan" jawabnya. "Oke deh! sekarang kakak yang jaga Nina selama seminggu. 
Apapun yang Nina Mau bilang saja sama kakak. Oke?" kataku. "Oke, deh! sekarang tugas kakak pertama, antarkan Nina jalan-jalan ke Mall. Boleh, Kak?" Nina memohon kepadaku. "Oh, boleh sekali. Sekarang aja 
kita berangkat!" setelah itu kami beres-beres dan langsung menuju Mall. 
Siang itu Nina kelihatan cantik sekali dengan celana Jeans Ketat dan kaos oblong ketat berwarna merah muda. Semua serba ketat. Seakan memamerkan tubuhnya yang seksi. Pulang Jalan-jalan pukul 19.00 malam, Nina kecapean. Dia langsung pergi mandi dan bilang mau istirahat alias tidur. Aku yang biasa tidur larut pergi ke ruang TV dan menonton acara TV. Bosan menonton acara TV yang kurang menyenangkan, Aku teringat akan VCD Porno yang Aku bawa dari Manado. Sambil memastikan Nina kalau sudah tidur, Aku memutar Film Porno yang Aku bawa itu. Lumayan, bisa menghilangkan ketegangan akibat melihat bodinya Nina tadi siang. Karena keasyikan nonton, Aku tak menyadari Nina udah sekitar 20 menit menyaksikan Aku menonton Film itu. Tiba-tiba, "Akh..! Nina memekik ketika di layar TV terlihat adegan seorang laki-laki memasukkan penisnya ke vagina seorang perempuan. Tentu saja Aku pucat mendengar suara Nina dari arah belakang. Langsung aja Aku matikan VCD itu. Nin, kamu udah lama disitu?" tanyaku gugup. "Kak, tadi Nina mau pipis tapi Nina dengar ada suara desahan jadi Nina kemari" jawabnya polos. Kakak ndak usah takut, Nina enggak apa-apa koq. Kebetulan Nina pernah dengar cerita dari teman kalo Film Porno itu asyik. Dan ternyata benar juga. Cuma tadi Nina kaget ada tikus lewat" jawab Nina. Aku langsung lega. "Jadi Nina mau nonton juga?" pelan-pelan muncul juga otak terorisku."Wah, mau sekali Kak!" Langsung aja ku ajak Nina menonton film itu dari awal. 
Selama menonton Nina terlihat meresapi setiap adegan itu. Perlahan namun pasti Aku dekati Nina dan duduk tepat disampingnya. "Iseng-iseng kutanya padanya "Nina pernah melakukan adegan begituan?" Nina langsung menjawab tapi tetap matanya tertuju pada TV. "Pacaran aja belum apalagi adegan begini." "Mau ndak kakak ajarin yang kayak begituan. Aysik, lho! Nina akan rasakan kenikmatan surga. Lihat aja cewek yang di TV itu. Dia kelihatannya sangat menikmati adegan itu. Mau ndak?" Tanyaku spontan. "Emang kakak pandai dalam hal begituan?" tanya Nina menantang. "Ee..! nantang, nih?" Aku langsung memeluk Nina dari samping. Eh, Nina diam aja. Terasa sekali nafasnya mulai memburu tanda Dia mulai merangsang dengan Film itu. Aku tak melepaskan dekapanku dan Sayup-sayup terdengar Nina mendesah sambil membisikkan, "Kak, ajari Nina dong!". Aku seperti disambar petir. "Yang benar, nih?" tanyaku memastikan. Mendengar itu Nina langsung melumat bibirku dengan lembut. Aku membiarkan dia memainkan bibirku. Kemudian Nina melepas lumatannya. "Nina serius Kak. Nina udah terangsang banget, nih!"Mendengar itu, aku langsung tak menyia-nyiakan kesempatan. Aku langsung melumat bibir indah milik Nina. Nina menyambut dengan lumatan yang lembut. Tiga menit kemudian entah siapa yang memulai, kami berdua telah melepaskan pakaian kami satu persatu sampai tak ada sehelai benangpun melilit tubuh kami. Ternyata Nina lebih cantik jika dilihat dalam kondisi telanjang bulat. 
Aku mengamati setiap lekuk tubuh Nina dengan mataku yang jelalatan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sempurna. Nina memiliki tubuh yang sempurna untuk gadis seumuran dia. Susunya yang montok dan padat berisi, belum pernah tersentuh oleh tangan pria manapun."Koq Cuma dilihat?" Lamunanku buyar oleh kata-kata Nina itu. Terasa tertantang oleh kata-katanya, Aku langsung membaringkan Nina di Sofa dan mulai melumat bibirnya kembali sambil tanganku dengan lembutnya meremas-remas susunya Nina yang montok itu. 
Nina mulai mendesah-desah tak karuan. Tak puas hanya meremas, semenit kemudian sambil tetap meremas-remas, Aku menghisap puting susu yang berwarna merah muda kecoklatan itu, bergantian kiri dan kanan. "Oh.. Kak.. Kak..! Enak se.. ka.. li.. Oh..!" desah Nina yang membakar gairahku. Jilatanku turun ke perut dan pusar, lalu turun terus sampai ke gundukan kecil milik Nina yana ditumbuhi bulu-bulu halus yang masih sedikit. "Ah.. Geli sekali, Kak.. Oh.. Nikmat..!" desah Nina waktu Aku jilat Kelentitnya yang mulai mengeras karena rangsangan hebat yang aku ciptakan. Tanganku tak pernah lepas dari susu Nina yang montok itu. Tiba-tiba, Nina memekik dan melenguh tertahan sambil mengeluarkan cairan vagina yang banyak sekali. "Akh.. ah.. oh.. e.. nak.. Kak.. oh..!" itulah orgasme pertamanya. Aku langsung menelan seluruh cairan itu. Rasanya gurih dan nikmat. "Gimana Enak, Nin?" tanyaka sambil mencubit puting susunya. "Wah, Kak! Nikmat sekali. Rasanya Nina terbang ke surga. "jawabnya sambil meraih baju dalamnya. Melihat itu, Aku langsung mencegahnya. "Tunggu, Masih ada yang lebih nikmat lagi." Kataku. Sekarang kakak mau ajarin Nina yang kayak begitu" sambil menunjuk adegan di TV dimana serang perempuan yang sedang menghisap penis laki-laki. "Gimana, mau?" Tanyaku menantang. "Oke deh!" Nina menjawab dan langsung meraih penisku yang masih tertidur. Nina mengocok perlahan penisku itu seperti yang ada di TV. Lalu dengan malu-malu Dia memasukkannya ke mulutnya yang hangat sambil menyedot-nyedot dengan lembut. Mendapat perlakuan demikian langsung aja penis ku bangun. Terasa nikmat sekali diperlakukan demikian. Aku menahan Air maniku yang mau keluar. Karena belum saatnya. Setelah kurang lebih 15 menit diemut dan dibelai olah tangan halus Nina, penisku udah siap tempur. "Nah sekarang pelajaran yang terakhir" Kataku. Nina menurut aja waktu Aku angkat Dia dan membaringkan di atas karpet. nina juga diam waktu Aku mengesek-gesek penisku di mulut vaginanya yang masih perawan itu. Karena udah kering lagi, Aku kembali menjilat kelentit Nina sampai Vaginanya banjir lagi dengan cairan surga. Nina hanya pasrah saja ketika Aku memasukkan penisku ke dalam vaginanya. "Ah.. Sakit, Kak.. oh.. Kak..!" jerit Nina ketika kepala penisku menerobos masuk. Dengan lembut Aku melumat bibirnya supaya Nina tenang. Setelah itu kembali Aku menekan pinggulku. "Oh.. Nina.. sempit sekali.. Kamu memang masih perawan, oh..!" Nina hanya memejamkan mata sambil menahan rasa sakit di vaginanya. Setelah berjuang dengan susah payah, Bless..! "Akh.. Kak.. sakit..!" Nina memekik tertahan ketika Aku berhasil mencoblos keperawanannya dengan penisku. Terus saja Aku tekan sampai mentok, lalu Aku memeluk erat Nina dan berusaha menenangkan Dia dengan lumatan-lumatan serta remasan-remasan yang lembut di payudaranya. Setelah tenang, Aku langsung menggenjot Nina dengan seluruh kemampuanku. "Oh.. e.. oo.. hh.., ss.. ah..!" Nina mendesah tanpa arti. Kepalanya kekanan-kekiri menahan nikmat. Nafasnya mulai memburu. Tanganku tak pernah lepas dari payudara yang sejak tadi meremas-remas terus. Karena masih rapat sekali, penisku terasa seperti di remas-remas oleh vaginanya Nina, "Oh.. Nin, enak sekali vaginamu ini, oh..!" Aku mendesah nikmat."Gimana, enak? nikmat?" tanyaku sambil terus menggenjot Nina. "enak.. sekali, Kak.. oh.. nikmat. Te.. rus.. terus, Kak.. oh..!" Desah Nina. Setelah kurang lebih 25 menit Aku menggenjot Nina, tiba-tiba Nina mengejang. "K.. Kak..! Nina udah enggak tahan. Nina mau pi.. piss.. oh..!" Kata Nina sambil tersengal-sengal. "Sabar, Nin! Kita keluarkan bersama-sama, yah! Satu.." Aku semakin mempercepat gerakan pinggulku. "Dua.., Ti.. nggak.. oh.. yess..!" Aku menyemburkan Spermaku, croot.. Croot.. croott..! Dan bersamaan dengan itu Nina juga mengalami orgasme. "Akh.. oh.. yess..!" Nina menyiram kepala penisku dengan cairan orgasmenya. Terasa hangat sekali dan nikmat. Kami saling berpelukan menikmati indahnya orgasme. Setelah penisku menciut di dalam vagina Nina, Aku mencabutya. Dan langsung terbaring di samping Nina. Kulihat Nina masih tersengal-sengal. Sambil tersenyum puas, Aku mengecup dahi Nina dan berkata "Thank's Nina! Kamu telah memberikan harta berhargamu kepada kakak. Kamu menyesal?" Sambil tersenyum Nina menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kakak hebat. Nina bisa belajar banyak tentang Sex malam ini. Dan Nina Serahkan mahkota Nina karena Nina percaya kakak menyayangi Nina. Kakak tak akan ninggalin Nina. Thank's ya Kak! Yang tadi itu nikmat sekali. Rasanya seperti di surga." Kemudian kami membenahi diri dan membersihkan darah perawan Nina yang berceceran di karpet. Masih memakai BH dan celana dalam, Nina minta Aku memandikan Dia seperti yang aku lakukan sekitar enam tahun yang lalu. Aku menuruti kemauannya. Dan kamipun mandi bareng malam itu. Sementara mandi, pikiran ngereskupun muncul lagi ketika melihat payudara Nina yang mengkilat kena air dari shower. Langsung aja kupeluk Nina dari belakang sambil kuremas payudaranya. "Mau lagi nih..!" Kata Nina menggoda. Birahiku langsung naik digoda begitu. "Tapi di tempat tidur aja, Kak. Nina capek berdiri" kata Nina berbisik. Aku langsung menggendong Nina ke tempat tidurnya dan menggenjot Nina di sana. Kembali kami merasakan nikmatnya surga dunia malam itu. Setelah itu kami kelelahan dan langsung tertidur pulas. Pagi harinya, aku bangun dan nina tak ada disampingku. Aku mencari-cari tak tahunya ada di dapur sedang menyiapkan sarapan pagi. Maklum tak ada pembantu. Kulihat Nina hanya memakai kaos oblong dan celana dalam saja. Pantatnya yang aduhai, sangat elok dilihat dari belakang. Aku langsung menerjang Nina dari belakang sambil mengecup leher putihnya yang indah. Nina kaget dan langsung memutar badannya. Aku langsung mengecup bibir sensualnya. "Wah.. orang ini enggak ada puasnya..!" kata Nina Menggoda. Langsung saja kucumbu Nina di dapur. Kemudian Dia melorotkan celana dalamku dan mulai menghisap penisku. Wah, ada kemajuan. Hisapannya semakin sempurna dan hebat. Aku pun tak mau kalah. Kuangkat Dia keatas meja dan menarik celana dalamnya dengan gigiku sampai lepas. Tanganku menyusup ke dalam kaos oblongnya. Dan ternyata Nina tak memakai BH. Langsung aja kuremas-remas susunya sambil kujilat-jilat kelentitnya. Nina minta-minta ampun dengan perlakuanku itu dan memohon supaya Aku menuntaskan kerjaanku dengan cepat. "Kak.. masukin, Kak.. cepat.. oh.. Nina udah enggak tahan, nih!" mendengar desahan itu, langsung aja kumasukkan penisku kedalam lubang surganya yang telah banjir dengan cairan pelumas. Penisku masuk dengan mulus karena Nina sudah tidak perawan lagi kayak tadi malam. Dengan leluasa Aku menggenjot Nina da atas meja makan. Setelah sekitar 15 menit, Nina mengalami orgasme dan disusul dengan Aku yang menyemburkan spermaku di dalam vagina Nina. "Oh.. enak.. Kak.. akh..!" desah Nina. Aku melenguh dengan keras "Ah.. yes..! Nina, kamu memang hebat.." Setelah itu kami sarapan dan mandi sama-sama. Lalu kami pergi ke Mall. Jalan-jalan. Begitulah setiap harinya kami berdua selama seminggu. Setelah itu Om Bagas dan Tante Rita pulang tanpa curiga sedikitpun kamipun merahasiakan semuanya itu. Kalau ada kesempatan, kami sering melakukkannya di dalam kamarku selama sebulan kami membina hubungan terlarang ini. Sampai Aku harus pulang ke Manado. Nina menangis karena kepergianku. Tapi Aku berjanji akan kembali lagi dan memberikan Nina Kenikmatan yang tiada taranya.
SUMBER

Senin, 25 Maret 2013

Gila cuma di tutup 2 tali aja ni model


Gila cuma di tutup 2 tali aja ni model Postingan ini di Terbitkan oleh jalurdewasa.blogspot.com Semoga postingan yang diterbitkan jalurdewasa.blogspot.com bermanfaat bagi sahabat pecinta cerita dewasa.


            

Cerita Sedarah Aku Di Puasin Tanteku

Cerita Sedarah Aku Di Puasin Tanteku Semoga postingan yang diterbitkan bermanfaat bagi sahabat pecinta cerita dewasa




" Aku Di Puasin Tanteku "

MAJALAH DEWASA ~ Cerita Sedarah Aku Di Puasin Tanteku - Pada waktu itu aku pulang dari kampus sekitar pukul 20:00 karena ada kuliah malam. Sesampainya di tempat kost, perutku minta diisi. Aku langsung saja pergi ke warung tempat langgananku di depan rumah. Warung itu milik Ibu Sari, umurnya 30 tahun. Dia seorang janda ditinggal mati suaminya dan belum punya anak. Orangnya cantik dan bodynya bagus. Aku melihat warungnya masih buka tapi kok kelihatannya sudah sepi. Wah, jangan-jangan makanannya sudah habis, aduh bisa mati kelaparan aku nanti. Lalu aku langsung masuk ke dalam warungnya. 
“Tante..?”

“Eee.. Dik Sony, mau makan ya?”

“Eee.. ayam gorengnya masih ada, Tante?”

“Aduhh.. udah habis tuch, ini tinggal kepalanya doang.”

“Waduhh.. bisa makan nasi tok nich..” kataku memelas.

“Kalau Dik Sony mau, ayo ke rumah tante. Di rumah tante ada persediaan ayam goreng. Dik Sony mau nggak?”

“Terserah Tante aja dech..”

“Tunggu sebentar ya, biar Tante tutup dulu warungnya?”

“Mari saya bantu Tante.” Lalu setelah menutup warung itu, saya ikut dengannya pergi ke rumahnya yang tidak jauh dari warung itu. Sesampai di rumahnya..

“Dik Sony, tunggu sebentar ya. Oh ya, kalau mau nonton TV nyalakan aja.. ya jangan malu-malu. Tante mau ganti pakaian dulu..”

“Ya Tante..” jawabku. Lalu Tante Sari masuk ke kamarnya, terus beberapa saat kemudian dia keluar dari kamar dengan hanya mengenakan kaos dan celana pendek warna putih. Wow keren, bodynya yang sexy terpampang di mataku, puting susunya yang menyembul dari balik kaosnya itu, betapa besar dan menantang susunya itu. Kakinya yang panjang dan jenjang, putih dan mulus serta ditumbuhi bulu-bulu halus. Dia menuju ke dapur, lalu aku meneruskan nonton TV-nya. Setelah beberapa saat.

“Dik.. Dik Sony.. coba kemari sebentar?”

“Ya Tante.. sebentar..” kataku sambil berlari menuju dapur. Setelah sampai di pintu dapur.

“Ada apa Tante?” tanyaku.

“E.. Tante cuman mau tanya, Dik Sony suka bagian mana.. dada, sayap atau paha?”

“Eee.. bagian paha aja, Tante.” kataku sambil memandang tubuh Tante Sari yang tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata. Tubuhnya begitu indah.

“Dik Sony suka paha ya.. eehhmm..” katanya sambil menggoreng ayam.

“Ya Tante, soalnya bagian paha sangat enak dan gurih.” kataku.

“Aduhh Dik.. tolong Dik.. paha Tante gatel.. aduhh.. mungkin ada semut nakal.. aduhh..” 
Aku kaget sekaligus bingung, kuperiksa paha Tante. Tidak ada apa-apa. “Nggak ada semutnya kok Tante..” kataku sambil memandang paha putih mulus plus bulu-bulu halus yang membuat penisku naik 10%.

“Masak sih, coba kamu gosok-gosok pakai tangan biar gatelnya hilang.” pintanya.

“Baik Tante..” lalu kugosok-gosok pahanya dengan tanganku. Wow, begitu halus, selembut kain sutera dari China.

“Bagaimana Tante, sudah hilang gatelnya?”

“Lumayan Dik, aduh terima kasih ya. Dik Sony pintar dech..” katanya membuatku jadi tersanjung.

“Sama-sama Tante..” kataku.

“Oke, ayamnya sudah siap.. sekarang Dik Sony makan dulu. Sementara Tante mau mandi dulu ya.” katanya.

“Baik Tante, terima kasih?” kataku sambil memakan ayam goreng yang lezat itu. 
Disaat makan, terlintas di pikiranku tubuh Tante Sari yang telanjang. Oh, betapa bahagianya mandi berdua dengannya. Aku tidak bisa konsentrasi dengan makanku. Pikiran kotor itu menyergap lagi, dan tak kuasa aku menolaknya. Tante Sari tidak menyadari kalau mataku terus mengikuti langkahnya menuju kamar mandi. 
Ketika pintu kamar mandi telah tertutup, aku membayangkan bagaimana tangan Tante Sari mengusap lembut seluruh tubuhnya dengan sabun yang wangi, mulai dari wajahnya yang cantik, lalu pipinya yang mulus, bibirnya yang sensual, lehernya yang jenjang, susunya yang montok, perut dan pusarnya, terus vaginanya, bokongnya yang montok, pahanya yang putih dan mulus itu. Aku lalu langsung saja mengambil sebuah kursi agar bisa mengintip lewat kaca di atas pintu itu. Di situ tampak jelas sekali. Tante Sari tampak mulai mengangkat ujung kaosnya ke atas hingga melampaui kepalanya. Tubuhnya tinggal terbalut celana pendek dan BH, itu pun tak berlangsung lama, karena segera dia melucutinya. Dia melepaskan celana pendek yang dikenakannya, dan dia tidak memakai CD. 
Kemudian dia melepaskan BH-nya dan meloncatlah susunya yang besar itu. Lalu, dengan diguyur air dia mengolesi seluruh tubuhnya dengan sabun LUX, lalu tangannya meremas kedua susunya dan berputar-putar di ujungnya. Kejantananku seakan turut merasakan pijitannya jadi membesar sekitar 50%. Dengan posisi berdiri sambil bersandar tembok, Tante Sari meneruskan gosokannya di daerah selangkangan, sementara matanya tertutup rapat, mulutnya menyungging. Beberapa saat kemudian..

“Ayo, Dik Sony.. masuk saja tak perlu mengintip begitu, kan nggak baik, pintunya nggak dikunci kok!” tiba-tiba terdengar suara dari Tante Sari dari dalam. Seruan itu hampir saja membuatku pingsan dan amat sangat mengejutkan.

“Maaf yah Tante. Sony tidak sengaja lho,” sambil pelan-pelan membuka pintu kamar mandi yang memang tidak terkunci. Tetapi setelah pintu terbuka, aku seperti patung menyaksikan pemandangan yang tidak pernah terbayangkan. Tante Sari tersenyum manis sekali dan..

“Ayo sini dong temani Tante mandi ya, jangan seperti patung gicu?”

“Baik Tante..” kataku sambil menutup pintu.

“Dik Sony.. burungnya bangun ya?”

“Iya Tante.. ah jadi malu saya.. abis Sony liat Tante telanjang gini mana harum lagi, jadi nafsu saya, Tante..”

“Ah nggak pa-pa kok Dik Sony, itu wajar..”

“Dik Sony pernah ngesex belum?”

“Eee.. belum Tante..”

“Jadi, Dik Sony masih perjaka ya, wow ngetop dong..”

“Akhh.. Tante jadi malu, Sony.” Waktu itu bentuk celanaku sudah berubah 70%, agak kembung, rupanya Tante Sari juga memperhatikan.

“Dik Sony, burungnya masih bangun ya?”

Aku cuman mengangguk saja, dan diluar dugaanku tiba-tiba Tante Sari mendekat dengan tubuh telanjangnya meraba penisku.

“Wow besar juga burungmu, Dik Sony..” sambil terus diraba turun naik, aku mulai merasakan kenikmatan yang belum pernah kurasakan. “Dik Sony.. boleh dong Tante liat burungnya?” belum sempat aku menjawab, Tante Sari sudah menarik ke bawah celana pendekku, praktis tinggal CD-ku yang tertinggal plus kaos T-shirtku.

“Oh.. besar sekali dan sampe keluar gini, Dik Sony.” kata Tante sambil mengocok penisku, nikmat sekali dikocok Tante Sari dengan tangannya yang halus mulus dan putih itu. Aku tanpa sadar terus mendesah nikmat, tanpa aku tahu, penisku ternyata sudah digosok-gosokan diantara buah dadanya yang montok dan besar itu. “Ough.. Tante.. nikmat Tante.. ough..” desahku sambil bersandar di dinding. Setelah itu, Tante Sari memasukkan penisku ke bibirnya, dengan buasnya dia mengeluar-masukkan penisku di mulutnya sambil sekali-kali menyedot, kadang-kadang juga dia menjilat dan menyedot habis 2 telur kembarku. Aku kaget, tiba-tiba Tante Sari menghentikan kegiatannya. Dia pegangi penisku sambil berjalan ke arah bak mandi, lalu Tante Sari nungging membelakangiku, sebongkah pantat terpampang jelas di depanku. “Dik Sony.. berbuatlah sesukamu.. kerjain Tante ya?!”

Aku melihat pemandangan yang begitu indah, vagina dengan bulu halus yang tidak terlalu lebat. Lalu langsung saja kusosor vaginanya yang harum dan ada lendir asin yang begitu banyak keluar dari vaginanya. Kulahap dengan rakus vagina Tante Sari, aku mainkan lidahku di klitorisnya, sesekali kumasukkan lidahku ke lubang vaginanya. “Ough Sonn.. ough..” desah Tante Sari sambil meremas-remas susunya.

“Terus Son.. Sonn..” aku semakin keranjingan, terlebih lagi waktu kumasukkan lidahku ke dalam vaginanya ada rasa hangat dan denyut-denyut kecil semakin membuatku gila. Kemudian Tante Sari tidur terlentang di lantai dengan kedua paha ditekuk ke atas.

“Ayo Dik Sony.. Tante udah nggak tahan.. mana burungmu Son?”

“Tante udah nggak tahan ya?” kataku sambil melihat pemandangan demikian menantang, 
vaginanya dengan sedikit rambut lembut, dibasahi cairan harum asin demikian terlihat mengkilat, aku langsung menancapkan penisku di bibir vaginanya.

“Aoghh..” teriak Tante Sari.

“Kenapa Tante..?” tanyaku kaget.

“Nggak.. Nggak apa-apa kok Son.. teruskan.. teruskan..” 
Aku masukkan kepala penisku di vaginanya.

“Sempit sekali Tante.. sempit sekali Tante?”

” Nggak pa-pa Son.. terus aja.. soalnya udah lama sich Tante nggak ginian.. ntar juga enak kok..”

Yah, aku paksa sedikit demi sedikit, baru setengah dari penisku amblas. Tante Sari sudah seperti cacing kepanasan menggelepar kesana kemari. “Ough.. Son.. ouh.. Son.. enak Son.. terus Son.. oughh..” desah Tante Sari, begitu juga aku walaupun penisku masuk ke vaginanya cuman setengah tapi kempotannya sungguh luar biasa, nikmat sekali. Semakin lama gerakanku semakin cepat, kali ini penisku sudah amblas dimakan vagina Tante Sari. Keringat mulai membasahi badanku dan badan Tante Sari. Tiba-tiba Tante Sari terduduk sambil memelukku dan mencakarku.

“Oughh Son.. ough.. luar biasa.. oughh.. Sonn..” katanya sambil merem melek.

“Kayaknya aku mau orgasme.. ough..” penisku tetap menancap di vagina Tante Sari.

“Dik Sony udah mau keluar ya?”

Aku menggeleng, kemudian Tante Sari terlentang kembali. Aku seperti kesetanan menggerakkan badanku maju mundur, aku melirik susunya yang bergelantungan karena gerakanku, aku menunduk, kucium putingnya yang coklat kemerahan. Tante Sari semakin mendesah, “Ough.. Sonn..” tiba-tiba Tante Sari memelukku sedikit agak mencakar punggungku. “Oughh.. Sonn.. aku keluar lagi..”

Vaginanya kurasakan semakin licin dan semakin besar, tapi denyutannya semakin kerasa. Aku dibuat terbang rasanya. Ah, rasanya aku sudah mau keluar. Sambil terus goyang, kutanya Tante Sari.

“Tante.. aku keluarin di mana Tante..? Di dalam boleh nggak..?”

“Terseraahh.. Soonn..” desah Tante Sari.

Kupercepat gerakanku, burungku berdenyut keras, ada sesuatu yang akan dimuntahkan oleh penisku. Akhirnya semua terasa enteng, badanku serasa terbang, ada kenikmatan yang sangat luar biasa. Akhirnya kumuntahkan laharku dalam vagina Tante Sari, masih kugerakkan badanku dan rupanya Tante Sari orgasme kembali lalu dia gigit dadaku, “Oughh..” “Dik Sony.. Sonn.. kamu memang hebat..”

Aku kembali mangenakann CD-ku serta celana pendekku. Sementara Tante Sari masih tetap telanjang, terlentang di lantai.

“Dik Sony.. kalo mau beli makan malam lagi yah.. jam-jam sekian aja ya..” kata Tante Sari menggodaku sambil memainkan puting dan klitorisnya yang masih nampak bengkak.

“Tante ingin Dik Sony sering makan di rumah Tante ya..” kata Tante Sari sambil tersenyum genit.

Kemudian aku pulang, aku jadi tertawa sendiri karena kejadian tadi. Ya gimana tidak ketawa cuma gara-gara “Ayam Goreng” aku bisa menikmati indahnya bercinta dengan Tante Sari. Dunia ini memang indah.

Jumat, 22 Maret 2013

BRA MELOROT ARTIS DUNIA||OMG


BRA MELOROT ARTIS DUNIA||OMG Postingan ini di Terbitkan oleh jalurdewasa.blogspot.com Semoga postingan yang diterbitkan jalurdewasa.blogspot.com bermanfaat bagi sahabat pecinta info dan foto hot



Kelakuan Gila Cewek Malaysia, Tertangkap Kamera CCTV Kencing di Dalam Lift


Kelakuan Gila Cewek Malaysia, Tertangkap Kamera CCTV Kencing di Dalam Lift Postingan ini di Terbitkan oleh jalurdewasa.blogspot.com Semoga postingan yang diterbitkan jalurdewasa.blogspot.com bermanfaat bagi sahabat pecinta  info unik

MAJALH DEWASA ~ Kelakuan Gila Cewek Malaysia, Tertangkap Kamera CCTV Kencing di Dalam Lift
Hmmm....Lagi, lagi hal unik terjadi di bumi ini...hehe .Kali ini di negara tetangga kita yakni MALAYSIA.Seorang cewek yang berambur panjang tertangkap kamera CCTV sedang buang air kencing di dalam sebuah lift apartemen Sri Saujana, Penang Malaysia.
Kelakuan Gila Cewek Malaysia, Tertangkap Kamera CCTV Kencing di Dalam Lift
Yuk kita lihat aja foto-foto aksi cewek ini.




Wajahnya sengaja di Blur. Soalnya kasihan ,doi kan ngelakuinnya diam-diam ...Hehehe


Ternyata hal-hal aneh gak terjadi di Indonesia aja ya , di malaysia yang diam-diam gitu ada juga tingkah anehnya.

Pengemis di luar negeri tenyata canggih!!


Pengemis di luar negeri tenyata canggih!! Postingan ini di Terbitkan oleh jalurdewasa.blogspot.com Semoga postingan yang diterbitkan jalurdewasa.blogspot.com bermanfaat bagi sahabat pecinta info unik



kampunggosip.com-Pengemis di luar negeri tenyata canggih!! -Seorang manager prusahaan tengah makan siang dan sedang ngobrol sama pengemis di warung soto.

Manager : pak, cape ya abis ngemis..? Laper ya pak..?

Pengemis : biasa aja tuh, hari ini udh makan 3x.

Manager : loh..? uang nya cuman buat makan bapak? anak dan istri di rumah makan apa?

Pengemis : kayak org susah aja..! istri dan anak saya lg di restoran tau! Tadi barusan telpon saya, mereka lagi makan di Kuningan.

Manager sampai kebingungan dan berkata : emank bapak ngemis 1 hari dapet brp..?:/

Pengemis : nih ya.. Saya kasi tau..!!

Saya ngemis dari jam 07.00-17.00.

Lampu merah atau hijau waktu nya 60 detik. Setiap 60 detik paling ngak saya bisa dapet 2.000.

1 jam = 60 kali lampu merah/

Hijau

60 x 2.000 = 120.000 /jam

1 hari saya kerja 10 jam, 1 jam buat istirahat jadi 9 jam.

9 jam x 120.000 = 1.080.000/hari.

1 bulan saya kerja 26 hari.

26 hari x 1.080.000 = 28.080.000/bulanB)

Manager sampai kaget dan bengong mendengar crita pengemis itu..

Pengemis berkata : emank mas jadi manager, gaji per bulannya brp..?3-|

Manager : 15.000.000

Pengemis : ijasah..?

Manager : S1

Pengemis : pasti abis banyak duit buat kuliah, blom lg kerja kena marah ama boss. Tu kepala penuh isinya soal kerjaan mulu. Mending mas ngemis aja. Biar kaya sperti saya. Saya ngemis udh 10 tahun dan sudah keliling dunia.

Inilah Kota Sex Yang Ada Indonesia


Inilah Kota Sex Yang Ada Indonesia Postingan ini di Terbitkan oleh jalurdewasa.blogspot.com Semoga postingan yang diterbitkan jalurdewasa.blogspot.com bermanfaat bagi sahabat pecinta cerita dewasa


MAJALAH DEWASA ~ Inilah Kota Sex di Indonesia. Pernahkan anda membayangkan jika kota tempat tinggal anda adalah kota yang memiliki aktifitas sex yang cukup tinggi, dengan tingkat dunia malam yang memberikan kebebasan kepada para pemuja syahwat... 
berikut ini daftar kota dengan tingkat sex tertinggi:

1. Surabaya. 
Terkenal dengan beberapa lokalisasinya yang sekarang sudah menjadi lokalisasi terselubung.


2. Jakarta.
Kota Metropolitan dengan dunia hiburan malamnya


3. Malang. 
Kota wisata dengan kesejukan pegunungannya. serta Villa yang bertebaran



4. Yogyakarta. 
Kota pendidikan dengan kebebasan berinspirasi termasuk dunia bawahnya.



5. Bandung. 
Kota kembang juga kota kembang desanya.


6. Bogor. 
Kota hujan dengan Villa-villanya seperti kota malang.



7. Semarang. 
Kota Pelajar dan kost-kostan yang terkenal bebas.

7 Artis/bintang Porno Jepang (JAV) Tercantik


7 Artis/bintang Porno Jepang (JAV) Tercantik Postingan ini di Terbitkan oleh jalurdewasa.blogspot.com Semoga postingan yang diterbitkan jalurdewasa.blogspot.com bermanfaat bagi sahabat pecinta foto dan info hot


Ria Sakurai 


MAJALAH DEWASA ~ Kalau berbicara tentang Video Porno Jepang, tentu tak lepas dari artis-artisnya yang cantik, berkulit mulus, puting payudara yang merah merekah dan jeritannya yang khas. Nah berikut ini adal 7 Artis Jepang tercantik Versi Mbah Google :


1. AMERI ICHINOSE
Ameri Ichinose Merupakan Artis Porno tercantik versi mbah Google Pertama


2. Saori Hara
Saori Hara merupakan artis porno Jepang tercantik ke-2 versi Mbah Google sekaligus merupakan artis Jepang terpopuler saat ini, dan juga bermain di film layar lebar Sex an Zen 3D yang mengalahkan film box office avatar di hongkong


3. Ria sakurai
Ria sakurai merupakan artis porno Jepang tercantik ke-3 versi Mbah Google..artis ini memilki nama lain yaitu miu aisaki.


4. Cecil Fujisaki
Cecil Fujisaki merupakan artis porno Jepang tercantik ke-4 versi Mbah Google sekaligus artis Jepang yang merupakan blasteran layaknya maria ozawa..artis ini juga dikena dengan sebutan baby maria ozawa.


5. Tsubasa Amami
Tsubasa Amami merupakan artis porno Jepang tercantik ke-5 versi Mbah Google selanjutnya.


6. Tina Yuzuki
Tina Yuzuki merupakan artis porno Jepang tercantik ke-6 versi Mbah Google.


7. Maria Takagi
Maria Takagi merupakan artis porno Jepang tercantik ke-7 versi Mbah Google sekaligus merupakan artis Jepang dengan bayaran termahal yang pernah ada mengalahkan rekor maria ozawa sebagai artis Jepang termahal.

Foto Panas ABG Ujian hanya Pakai Daleman


Foto Panas ABG Ujian hanya Pakai Daleman Postingan ini di Terbitkan oleh jalurdewasa.blogspot.com Semoga postingan yang diterbitkan jalurdewasa.blogspot.com bermanfaat bagi sahabat pecinta cerita dewasa

MAJALAH DEWASA ~Foto Panas ABG Ujian hanya Pakai Daleman Perhatian, jangan ganggu GADIS ini. dia sedang asyik BELAJAR. Kalau diganggu, KONSENTRASI belajar bisa hilang. Kecuali kalo loe ngeyel kali yah. Ya dipelototi aja. Kalo bisa, ya duduk sebangku dengan dia aja. Ya gak? He...he....buat ngilangin stress aja gan !


Cerita ngentot hot Akibat Hujan Angin Deras


Cerita ngentot hot Akibat Hujan Angin Deras Postingan ini di Terbitkan oleh jalurdewasa.blogspot.com Semoga postingan yang diterbitkan jalurdewasa.blogspot.com bermanfaat bagi sahabat pecinta cerita dewasa.

MAJALAH DEWASA ~Sebelumnya saya akan memberitahu bahwa cerita ini terjadi sebelum saya mengenal lebih dalam soal internet. Hanya luarnya saja. Ketika itu saya masih kursus di sebuah lembaga sebut saja ITK (bukan universitas). Saat itu saya masih belum begitu kenal dengan internet, dan saya masih dalam taraf pemula dan baru sampai dalam soal hardware. Sejak berkenalan dengan seorang teman di ITK saya mulai mengenal apa itu internet. Dan saya suka sekali pergi ke warnet dan hampir tiap hari saya berada di sana. Semakin lama saya suka sekali ber-chatting ria sampai suka lupa waktu dan pulang malam hari. 






Pada hari sabtu, saya seperti biasa suka nongkrong di warnet mulai jam 18:00, dan saya langsung mengecek e-mail. Setelah selesai saya suka browsing sambil chat. Pada saat itu hujan deras mengguyur seisi kota disertai angin. Pada saat saya membeli minuman (di dalam warnet), saya melihat dua orang gadis yang memasuki warnet. Mereka terlihat basah kuyup karena kehujanan, dan ketika itu mereka mengenakan kaos warna putih dan biru (cewek yang satunya), dan celana pendek. Dari balik kaos putih basah itu saya bisa melihat sebuah BH warna merah muda, juga sepasang payudara montok agak besar. Saya kembali ke meja dan melihat mereka berdua menempati meja di depan saya. Sambil menunggu jawaban dari chat, saya mencuri pandang pada dua gadis itu. Semakin lama saya lihat saya tidak bisa konsentrasi, mungkin karena cara duduk mereka yang hanya mengenakan celana pendek itu, sehingga terlihat paha putih mulus dan juga sepasang buah dada dalam BH yang tercetak jelas akibat baju yang basah. 


Pada jam 20:00, listrik di warnet itu padam. Para penjaga warnet terlihat sibuk memberitahu bahwa listrik akan segera menyala dan meminta agar netter sabar. Tetapi 30 menit berlalu dan tidak ada tanda-tanda bahwa listrik akan menyala sehingga sebagian netter merasa tidak sabar dan pulang. Sedangkan saya masih di dalam warnet dan ingin ikut pulang, tapi saya tidak bisa karena di luar hujan masih deras dan saya hanya membawa motor. Begitu juga dengan 2 gadis di depan saya, mereka sudah membayar uang sewa dan tidak bisa pulang karena hujan masih deras. Mereka hanya bisa duduk di sofa yang disediakan pihak warnet (sofa yang digunakan untuk netter apabila warnet sudah penuh dan netter bersedia menunggu), wajah mereka tampak gelisah terlihat samar-samar akibat emergency light yang terlampau kecil, mungkin karena sudah malam dan takut tidak bisa pulang. 


Melihat kejadian itu saya tidak tega juga, apalagi hawa menjadi dingin akibat angin yang masuk dari lubangangin di atas pintu. Saya pun mendekati mereka dan duduk di sofa. Ternyata mereka enak juga diajak ngobrol, dari situ saya mengetahui nama mereka adalah, Tuti (baju putih) dan Erni (baju biru). Lagi enak-enaknya ngobrol kami dikejutkan oleh seorang cewek yang masuk ke dalam sambil tergesa-gesa. Dari para penjaga yang saya kenal, cewek tadi adalah pemilik warnet. Saya agak terkejut karena pemilik warnet ini ternyata masih muda sekitar 25 tahun, cantik dan sexy. Cewek tadi menyuruh para penjaga pulang karena listrik tidak akan nyala sampai besok pagi. 


Setelah semua penjaga pulang, cewek tadi menghampiri kami. 
"Dik, Adik bertiga di sini dulu aja, kan di luar masih hujan, sekalian nemenin Mbak ya.." kata cewek yang punya nama Riyas ini. Kemudian berjalan ke depan dan menurunkan rolling door. 
"Saya bantu Mbak," kataku. 
"Oh, nggak usah repot-repot.." jawabnya. Tapi aku tetap membantunya, kan sudah di beri tempat berteduh. Setelah selesai aku menyisakan satu pintu kecil agar kalau hujan reda aku bisa lihat. 
"Ditutup saja Dik, dingin di sini.." kata Riyas, dan aku menutup pintu itu. Entah setan mana yang lewat di depanku, otak ini langsung berpikir apa yang akan terjadi jika ada tiga cewek dan satu pria dalam sebuah ruangan yang tertutup tanpa orang lain yang dapat melihat apa yang sedang terjadi di dalam. Aku kembali duduk di sofa sambil berbincang dengan mereka bertiga jadi sekarang ada empat orang yang tidak tahu akan berbuat apa dalam keremangan selain berbicara. 
"Sebentar ya Dik, saya ke atas dulu, ganti baju.." kata Riyas. 
Aku bertanya dengan nada menyelidik, "Mbak tinggal di sini ya?" 
"Iya, eh kalian di atas aja yuk supaya lebih santai, lagian baterai lampu sudah mau habis, ya.." katanya. 


Kami bertiga mengikuti Mbak Riyas ke atas. Warnet itu terdapat di sebuah ruko berlantai tiga, lantai satu dipakai untuk warnet, lantai dua dipakai untuk gudang dan tempat istirahat penjaga, lantai tiga inilah rumah Riyas. Menaiki tangga ke lantai tiga, terdapat sebuah pintu yang akan menghentikan kita apabila pintu tidak dibuka, setelah masuk kami tidak merasa berada di sebuah ruko tapi di rumah mewah yang besar, kami disuruh duduk di ruang tamu. Riyas bilang dia akan mandi dan menyalakan sebuah notebook agar kami bertiga tidak bosan menunggu dia mandi. 


Ternyata notebook itu tidak memiliki game yang bisa membuat kami senang. Tapi aku sempat melihat shortcut bertuliskan 17Thn (ketika itu masih 17tahun.zip), aku menduga ini adalah permainan, ketika kubuka ternyata isinya adalah cerita yang membuat adikku berdiri. Tuti dan Erni pun agak malu melihat cerita-cerita itu. Tapi yang membuat aku tidak tahan adalah mereka tidak memperbolehkan aku menutup program itu dan mereka tetap membaca cerita itu sampai habis. Aku pun hanya bisa terbengong melihat mereka berada di kiri dan kananku. Setelah selesai membaca, Tuti merapatkan duduknya dan aku bisa merasakan benda kenyal menempel di lengan kananku. Erni pun mulai menggosokkan telapak tangannya ke paha kiriku. Sambil mereka melihat cerita yang lain, aku merasakan sakit di dalam celanaku. Aku sudah tidak bisa konsentrasi pada cerita itu, mereka semakin menjadi-jadi, bahkan Tuti membuka kaosnya dengan alasan merasa panas, sedangkan Erni membuka kaosnya dengan alasan kaosnya basah dan takut masuk angin. Aku merasa panas juga melihat tubuh mereka, sambil membetulkan posisi adik, aku mengatakan kalau hawanya memang panas dan aku membuka baju juga. 


Kini tangan mereka berdua dirangkulkan di tengkukku, aku semakin panas karena lenganku merasa ada dua benda kenyal yang menghimpit tubuhku dari kiri dan kanan. Akhirnya jebol juga iman ini, aku menaruh notebook itu di meja di depanku dan aku menciumi Tuti dengan nafsu yang sudah memuncak, Tuti pun tak mau kalah sama seranganku, dia membalas dengan liar. Sedangkan Erni sibuk menciumi dan menjilati dadaku. Tangan kiriku kulingkarkan pada Erni dan mulai meremas buah dada yang masih tertutup BH itu, sedangkan tangan kananku kulingkarkan di tubuh Tuti dan memasukkan ke dalam BH dan meremas buah dadanya. Erni mulai membuka celanaku dan menghisap penis yang sudah tegang itu. 


"Ouhh.. mmhh.. yahh.." aku mulai menikmati jilatan Erni pada kepala penisku. Tuti pun jongkok di depanku dan menjilat telurku. Aku hanya bisa pasrah melihat dan menikmati permainan mereka berdua. Kemudian Riyas keluar dari kamar dengan selembar handuk menutupi tubuh, dia menarik meja di depanku supaya ada cukup tempat untuk bermain. Riyas berlutut sambil membuka celana Tuti. Setelah celana Tuti lepas, dia mulai menghisap vagina Tuti. "Ooohh.. Ssshh.. ahh.." Tuti mendesah. Tak lama kemudian Tuti membalikkan tubuhnya dan sekarang posisi Riyas dan Tuti menjadi "69". Aku pun sudah tak tahan lagi, segera kuangkat Erni dan membaringkannya di lantai dan membuka celananya. Setelah terbuka aku langsung menghisap vagina yang sedang merah itu. "Auuhh.. Ooohh.. Sayang.." desahan Erni semakin membuatku bernafsu. 


Dengan segera aku mengarahkan penisku ke vagina Erni, dan mulai menusukkan secara perlahan. Erni merasa kesakitan dan mendorong dadaku, aku menghentikan penisku yang baru masuk kepalanya itu. Selang agak lama Erni mulai menarik pinggangku agar memasukkan penis ke vaginanya, setelah masuk semua aku menarik perlahan-lahan dan memasukkannya kembali secara perlahan-lahan. "Ahh.. ayo Sayang.. ohh.. cepat.." Aku pun mulai mempercepat gerakanku. Dari tempatku terlihat Tuti dan Riyas saling menggesek-gesekkan vagina mereka. "Auuhh.. oouuhh.. iyahh.. yahh.. sshh.. hh.." desahan Erni berubah menjadi teriakan histeris penuh nafsu. 


Tak lama kemudian Erni mencapai orgasme, tapi aku terus menusukkan penis ke arah vagina Erni. "Gantian donk, aku juga pingin nih.." kata Tuti sambil menciumi bibir Erni. Aku pun menarik penisku dan mengarahkan ke vagina Tuti setelah dia telentang. Ketika penisku masuk, vaginanya terasa licin sekali dan mudah sekali untuk masuk, rupanya dia telah mengalami orgasme bersama Riyas. Tampaklah Erni dan Riyas tertidur di lantai sambil berpelukan. Sedangkan aku terus menggenjot tubuh Tuti sampai akhirnya Tuti sudah mencapai puncak dan aku merasakan akan ada sesuatu yang akan keluar. "Aahh.." suara yang keluar dari mulutku dan Tuti. Akhirnya kami berempat tertidur dan pulang pada esok paginya. Setelah kejadian itu aku tidak pernah bertemu dengan Tuti dan Erni. Riyas sekarang sudah menikah dan tetap tinggal di ruko itu. Sedangkan aku masih sibuk dengan urusan kerja dan tidak pernah ke warnet itu lagi karena sudah ada sambungan internet di rumahku.
Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Wanita Simpanan - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz